Akibat Buruk Bangga Bermaksiat
& Berbuat Dosa
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta
alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu
'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya serta umatnya hingga akhir
zaman.
Musibah terbesar yang menimpa jiwa adalah lalai dari
petunjuk dan berpaling dari jalan lurus karena mengikuti hawa nafsu dan
mengutamakan kehidupan dunia. Musibah ini bisa mematikan hati dan menghancurkan
badan. Sehingga tepatlah jika Allah banyak mencela orang-orang yang lalai,
menyebut mereka dengan sifat-sifat buruk, dan mengancam dengan siksa dahsyat.
Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا
بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا
غَافِلُونَ أُولَئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang tidak
mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan
kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang
melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa
yang selalu mereka kerjakan." (QS. Yunus: 7-8)
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ
وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا
يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ
كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi
neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi
tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai
mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan
Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka
lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS.
Al-a'raf: 179)
Orang-orang lalai lebih sesat daripada binatang
ternak. Nerakalah balasan atas kelalaian mereka, dan neraka itu seburuk-buruk
tempat tinggal. Hal itu disebabkan, mereka membatasi tujuan hidup mereka hanya
pada makan, minum, dan mendapatkan kenikmatan. Mereka larut dalam hawa nafsu
dan menikmati syahwat. Mereka lalai dari ketaatan kepada pencipta langit dan
bumi, Allah Subhanahu wa Ta'ala. Telinga mereka tuli dari mendengarkan
kebenaran. Mata mereka buta dari mengambil pelajaran. Hati mereka lengah dari
al-haq. Ayat-ayat telah dibacakan kepada mereka dan argumentasi kebenaran pun
telah ditegakkan, tapi mereka lalai dari semua itu. Pelajaran-pelajaran besar
tidak dihiraukan. Peringatan-peringatan tidak diindahkan. Mereka larut dalam
kesenangan dan kelalaian. Angan-angan mereka terlalu panjang sehingga
melalaikan dari ketaatan dan tidak meninggalkan kesesatan. Lalu datang siksa
Allah secara tiba-tiba saat mereka larut dalam kemaksiatannya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَكَمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا
بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ * فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ
جَاءَهُمْ بَأْسُنَا إِلَّا أَنْ قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ
"Betapa banyaknya negeri yang telah Kami
binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk) nya di waktu mereka
berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari. Maka
tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali
mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim"."
(QS. Al-A'raf: 4-5)
Mereka menyadari kesalahan, tapi tidak lekas taubat.
"Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk
merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka
telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang
selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah
diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk
mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan
kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu
mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang lalim itu dimusnahkan sampai
ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (QS.
Al-An'am: 43-45)
Di antara fenomena kerasnya hati dan lalai dari
mendekatkan diri kepada penguasa alam raya, manusia tidak menghiraukan
peringatan Allah dalam Kitabnya dan terus-menerus bermaksiat di sepanjang
waktu, baik siang atau malam. Kebanyakan mereka terus melakukan perbuatan yang
mendatangkan kemurkaan-Nya. Riba yang Allah nyatakan perang terhadap pelakunya
marak dilakukan dan menjadi satu sistem yang tak bisa lepas dari perekonomian
mereka. Hampir semua pedagang dan pebisnis, baik muslim atau non-muslim, tidak
lepas darinya.
Begitu juga urusan shalat. Banyak orang secara
terang-terangan meninggalkannya. Masjid-masjid sepi dari shalat berjamaan
kecuali pada momen-momen tertentu saja.
Demikian pula dengan puasa. Saat sudah sampai
dipertengahan bulan, orang-orang sudah tidak lagi sungkan makan, minum, merokok
di jalanan. Padahal penduduk negeri ini mayoritas muslim.
Dalam urusan harta, kebanyakan orang enggan
mengeluarkan sebagian dari rizki yang telah Allah anugerahkan untuk zakat,
infak dan sedekah. Mereka lebih suka menghabiskan harta untuk menuruti syahwat
haramnya.
Berapa banyak rumah-rumah kaum muslimin yang diisi
dengan patung, lukisan dan film-film yang menjijikkan. Suara musik dan nyanyian
yang menjauhkan malaikat rahmat dari memasukinya. Kaum wanitanya, terbiasa
keluar rumah dalam kondisi telanjang mengumbar auratnya. Dan masih banyak lagi
kemungkaran-kemungkaran lainnya yang dipertontonkan di tengah masyarakat yang
mayoritas beragama Islam ini.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا
لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا
فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ
يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى
أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ أَفَأَمِنُوا مَكْرَ
اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ أَوَلَمْ
يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ
أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَنَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
"Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman
dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit
dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa
mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa
aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka
sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari
kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik
ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah
(yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali
orang-orang yang merugi. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang
mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami
menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati
hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?"
(QS. Al-A'raf: 96-100)
Sungguh tidaklah Allah menyiksa suatu kaum melainkan
saat mereka lalai dan menyimpang. Mereka tertipu dengan kenikmatan-kenikmatan
duniawi yang diperolehnya. Maka jika engkau lihat Allah memberikan dunia
melimpah kepada manusia di atas kemaksiatan terhadap-Nya, ketahuilah, Allah
sedang ingin menarik mereka kepada kebinasaan secara berlahan-lahan dengan cara
yang tidak mereka ketahui. "Dan Aku memberi tangguh kepada mereka.
Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh." (QS. Al-A'raf: 183)
Kesengajaan melakukan kesalahan, terang-terangan
melakukan kemaksiatan, mengulang-ulang perbuatan dosa, dan meremahkan ancaman
Allah merupakan kezaliman di atas kezaliman. Karenanya Allah menyiapkan hukuman
berat atas dosa besar ini sehingga mengharamkan ampunan-Nya atas mereka.
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ
السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ
الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ
عَذَابًا أَلِيمًا
"Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari
orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada
seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya
bertobat sekarang" Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati
sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan
siksa yang pedih." (QS. Al-Nisa': 18)
Allah menyamakan orang yang terus-menerus melakukan
dosa sehingga kematian menjemput dan orang yang tetap kafir sampai datangnya
kematian dengan ditiadakan taubat dari mereka. Wal'iyadhu billah!
Dalam hadits shahih disebutkan, "Setiap umatku
dimaafkan (kesalahannya) kecuali al-mujahirun." Yakni orang yang berbangga
dengan kemaksiatannya dan tidak lekas bertaubat dengan meninggakan dosa.
. . . Hindari sikap berbangga dengan maksiat dan
jangan terus-menerus mengerjakannya. Jangan remehkan ancaman Allah dan
siksa-Nya. Sungguh semua itu adalah sebab datangnya kebinasaan. . .
Karenanya wahai saudaraku, teruslah bertakwa kepada
Allah. Bersungguh-sungguhlah dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya. Hindari
sikap berbangga dengan maksiat dan jangan terus-menerus mengerjakannya. Jangan
remehkan ancaman Allah dan siksa-Nya. Sungguh semua itu adalah sebab datangnya
kebinasaan. Jika Anda tergelincir kepada kesalahan segeralah menyesal dan
bertaubat sebelum habis kesempatan. Sesungguhnya setiap anak Adam (manusia)
pastilah berbuat salah, namun sebaik-baik mereka yang berbuat salah adalah
mereka yang segera bertaubat.
Perbaiki hati dari kerusakannya dan titilah jalan
kebenaran dalam ucapan, perbuatan dan mu'amalah kalian, semoga Allah akan
memperbaiki kondisi kalian. Wallahu Ta'ala A'lam







0 komentar:
Posting Komentar