Waspadalah, Sajadah Beradegan Seks dan Berlambang
Dajjal Freemason
Redaksi Salam-Online – Selasa, 6
Syawwal 1434 H / 13 Agustus 2013 09:16
SALAM-ONLINE:
Artikel ini dikutip dari ‘efairy-holywar’ dan beberapa rangkaian blog lain yang
pernah ditutup oleh pihak tertentu karena membongkar rahasia ‘The Elite’. Walau
bagaimanapun pembongkaran misteri ini akan terus dibuat demi menyelamatkan
kesucian dan kehormatan Islam.
Mungkin banyak yang telah mengetahui
informasi ini. Namun sekiranya Anda belum mengetahui, silakan cari tahu! Ini
sangat penting demi memelihara akidah Anda.
Subliminal message atau pesan bawah
sadar merupakan signal atau pesan yang terdapat dalam media lain, yang
dirancang untuk melewati di atas normal pikiran/ presepsi manusia. Pesan itu
sebenarnya tidak dapat disadari/ diketahui, namun dalam situasi tertentu dapat
mempengaruhi pikiran, perilaku, tindakan, sikap, sistem kepercayaan dan sistem
nilai secara positif maupun negatif.
Istilah bawah sadar berarti “beneath
a limen“ (ambang inderawi). Subliminal berasal dari bahasa Latin, kata sub yang
berarti di bawah, dan limen, yang berarti ambang (This is from the Latin words
sub, meaning under, and limen, meaning theshold). Kini kita akan langsung saja
berhubungan dengan sajadah. Ya, sajadah yang digunakan oleh Anda untuk alas
shalat. Apa yang menariknya di sini? Silakan perhatikan dahulu gambar/gambar di
bawah:
Freemason – Mater Karpet
Berdasarkan gambar Master Karpet di
atas, saya mengambil tiga cirinya; Lantai Catur (hitam/putih)/Checkered Floor,
Bintang & Bulan dan 2 tiang yang dikenali sebagai Joachim dan Boaz.
Sekarang kita akan perhatikan contoh
salah satu Sajadah yang telah diambil. Silakan perhatikan baik-baik Sajadah
dengan 3 ciri freemason: Checkered floor, Bulan & bintang, dan 2 tiang
(Joachim & Boaz)
Perhatikan Sajadah di atas, ia juga
mempunyai 3 ciri yang saya sebutkan, yaitu bintang dan bulan, lantai berpetak
(checkered floor) dan 2 tiang. Bagaimana? Percaya tidak percaya simbol-simbol
Yahudi itu ada di Sajadah kita.
Freemason
Freemason dan Illuminati adalah cabang-cabang organisasi
Dajjal Laknatullah. Tiada bedanya di antara dua organisasi ini, keduanya
menganut agama penyembah Iblis dan Syaitan, mengamalkan sihir dan memuja-muja
mistik sesat (di antaranya percaya kepada kekuatan angka dan bentuk geometri).
Namun freemason telah tampil
seolah-olah sebuah organisasi yang “halal” dan memperjuangkan kebajikan. Kini
ahli mereka berada di seluruh dunia yang rata-ratanya dianggotai oleh golongan
elit.
Lantai Hitam & Putih/Checkered
Floor: lantai yang digunakan dalam ritual freemasonry (berpetak hitam-putih)
Bulan dan Bintang: biasa terdapat
dalam logo dan simbol yang digunakan oleh freemasonry, dan turut digunakan di
dalam ritual penyembahan syaitan. Bulan dan bintang turut digunakan sebagai
simbolik ke-Islaman di kebanyakan negara (walaupun itu bukan logo Islam).
All seeing eye
– Simbolik/propoganda “The Hidden
Hand/Dajjal” seperti yang tercetak di belakang uang 1 dollar US
Selain itu, lihat juga di Sajadah
berikut ini, jadi betapa banyaknya simbol-simbol Zionis Yahudi di dalam Sajadah
masjid masjid kita.
Lihatlah, betapa banyaknya
simbol-simbol Zionis Yahudi yang tersimpan di balik Sajadah yang kita gunakan
sehari-hari. Dan, bukan sampai di situ saja! Tanpa kita sadari ada yang lebih
berbahaya lagi, yakni adanya simbol seks di balik Sajadah tersebut.
Perhatikan baik-baik:
Perhatikan baik-baik:
Nah sekarang, entah sengaja atau
memang tidak tahu, ada gambar yang menampakkan pesan seks pada gambar Sajadah,
karpet alas untuk shalat di masjid-masjid. Sajadah jenis ini sudah tersebar di
masjid-masjid, namun sayang masyarakat/jama’ah masjid tidak menyadari bahwa
karpet/sajadah yang mereka pakai tiap hari bergambar porno.
Mungkin sepintas itu tidak terlihat
jelas dan pastinya tidak menyadari bahwa sebenarnya gambar yang kita tahu
adalah sebuah pintu, yang ternyata kalau kita perhatikan dengan teliti akan
menyerupai (maaf) seperti organ vital laki-laki.
Coba perhatikan kembali gambar
sajadah atau karpet masjid! Ini seperti sudah didesain sedemikian rapi oleh si
pembuat di pabrik pembuat sajadah atau karpet masjid.
Inilah perancangan jahat Yahudi dan
Nasrani yang banyak di antara kita tidak mengetahui dan sadar. Mereka akan
menjadikan KITA SESAT DALAM KEADAAN BERIMAN.
Diharapkan di dalam kehidupan sehari
hari, kita semua lebih berhati-hati dan lebih peka setelah membaca artikel ini
“Sebagian besar ahli kitab
menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu
beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata
bagi mereka kebenaran…,” (QS Al-Baqarah: 109).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, “Man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum.” (Barangsiapa yang
menyerupai sesuatu kaum, maka ia termasuk ke dalam golongan mereka).
Bagi mereka yang beranggapan yang
penting shalatnya, bukan sajadahnya, itu sah-sah saja, tapi yang harus
diwaspadai, tujuan dari gambar ini ada di sajadah kita adalah karena Zionis
Yahudi ingin menyimpan dalam otak kita akan simbol mereka.
Secara tidak lngsung otak kita akan
merekam simbol itu, dan perlahan kita akan terus ingat simbol itu, lalu ajaran
yang mereka bawa akan sangat mudah meresap di otak ini karena sebelumnya kita
sudah merekam simbol-simbol Zionis Yahudi itu dari Sajadah yang kita gunakan
setiap hari.
Dari Aisyah ra ia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri untuk shalat di kain
yang ada ukirannya. Tatkala selesai shalat beliau bersabda, ‘Pergilah kalian
dengan kain ini kepada Abi Jahm bin Hudzaifah dan datangkanlah kepadaku dengan
kain tebal yang tidak ada ukirannya (anbijansyah), karena sesungguhnya kain
yang ada ukirannya itu telah menggagguku dalam shalat’.”
Dibolehkan shalat dengan memakai
alas, baik berupa tikar, sajadah, kain, atau yang lainnya selama alas tersebut
tidak akan mengganggu orang yang shalat. Misalnya sajadahnya bergambar dan berwarna-warni,
yang tentunya dapat menarik perhatian orang yang shalat.
Di saat shalat, mungkin ia akan
menoleh ke gambar-gambarnya lalu mengamatinya, terus memperhatikannya hingga ia
lupa dari shalatnya, apa yang sedang dibacanya dan berapa rakaat yang telah
dikerjakannya.
“Karena itu tidak sepantasnya
memakai sajadah yang padanya ada gambar masjid, karena bisa jadi akan
mengganggu orang yang shalat dan membuatnya menoleh ke gambar tersebut sehingga
bisa mencacati shalatnya,” (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Fadhilatusy Syaikh Ibnu
‘Utsaimin, 12/ 362).
Saran, kalau ingin membeli sajadah,
belilah sajadah yang polos atau setidaknya tidak memiliki banyak gambar-gambar.
Atau jika sudah terlanjur memiliki sajadah yang bergambar, bisa juga di sajadah
itu di alasi dengan kain putih, seperti yang mungkin pernah kita lihat
saat shalat di masjid. Sajadahnya penuh gambar, kemungkinan ta’mir masjid tahu
kalau sajadah bergambar ini akan mengganggu kekhsyusukan dalam beribadah, maka
dialasilah dengan kain putih bersih di bagian ujung-ujung sajadah.
Dan satu lagi, pilihlah sajadah yang
berukuran kecil, jangan yang lebar, kenapa? Karena dengan sajadah yang lebar
itu, menyebabkan shaf-shafnya tidak merapatkan, lantaran lebar, yang hanya
untuk dia sendiri. Walhasil, shaf pun tidak rapat.
Semoga Allah selalu melindungi kita,
di mana pun kita berada. Wallahu a’lam. (Yan Tafrihan Fuady/dikutip dari
http://hxforum.org/Forum
Diskusi Sejarah dan konspirasi dan dari berbagai sumber).








0 komentar:
Posting Komentar