Jumat, 14 November 2014

Amal Islami Bukan Aktifitas Sesaat



Amal Islami Bukan Aktivitas Sesaat

Amal islami bukanlah aktivitas yang cukup dikerjakan di saat Anda memiliki waktu luang dan bisa Anda tinggalkan saat sibuk. Tidak !!!

Amal Islami terlalu agung dan mulia serta tidak bisa diperlakukan seperti itu..

Perkara intima' kepada dien ini tentu saja jauh lebih serius daripada yang seperti itu (menyepelekannya).

Islam tidak seperti klub ilmiyah, klub olahraga, atau kepanduan yang cukup dikerjakan saat masih menjadi pelajar/ mahasiswa, lalu bisa ditinggalkan saat telah lulus.

Atau cukup dikerjakan saat masih bujang dan boleh ditinggalkan setelah menikah.

Atau kita curahkan waktu sebelum kita mendapat pekerjaan dan setelah mendapatkannya di tinggalkan.

Atau seperti kita membuka klinik, apotek, biro konsultasi, atau kita disibukkan dengan pelajaran-pelajaran khusus, maka kita boleh meninggalkannya atau meremehkannya.

Sekali-kali tidak !!!!...

Amal Islami bukanlah seperti itu.

Perkara amal islami dan intima' kepadanya sama dengan perkara 'ubudiyah kepada Allah yang sebenarnya. Oleh karena itu, semestinya seorang muslim tidak melepaskan diri dari amal islami kecuali bersamaan dengan keluarnya ia dari kehidupan ini...

Bukankah Allah telah berfirman

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَالْيَقِينُ

Sembahlah Rabbmu sampai datang kematian (ajal), (Qs al-Hijr : 99)


Al-Qur'an tidak mengatakan'Sembahlah Rabbmu sampai kamu keluar dari Universitas atau saat menjadi pegawai atau sampai kamu menikah atau sampai kamu membuka klinik atau sampai kamumembuka biro konsultasi dst."

Para pendahulu kita, as-salafus shalih memahami benar hakekatyang sederhana namun sangat urgen dalam dienullah ini.

Kita dapati 'Ammar bin Yasir, beliau berangkat perang saat usia beliau telah mencapai 90 tahun. Perang! Bukan berdakwah !! mengajar orang-orang, atau beramar makruf nahi munkar. Beliau berangkat perang saat tulang-belulang beliau sudah rapuh, tubuh telah renta,rambut telah memutih, dan kekuatan sudah jauh berkurang.

Adalah Abu Sufyan masih membakar semangat para pasukan untuk berperang saat beliau berumur 70 tahun.

Begitu pun dengan Yaman, Tsabit binWaqasy. Keduanya tetap berangkat ke medan Uhud meski telah lanjut usia dan meski Rasulullah menempatkan mereka bersama kaum wanita, di bagian belakang pasukan.

Mengapa kita mesti pergi jauh?!

Ingat !!.. Bukankah Rasulullah SAW telah melaksanakan 27 pertempuran [Muhammad bin Ishaq berkata, "Jumlah seluruh perang yang dikomandoi langsung di lapangan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم adalah 27." Lalu beliau menyebutnya satu persatu. al-Bidayah wan Nihayah 5/217].

Semua peperangan itu beliau alami setelah usia beliau lewat 54 tahun. Bahkan perang Tabuk, perang yang paling berat bagi kaum muslimin, diikuti dan dipimpim langsung oleh beliau saat umur beliau telah mencapai 60 tahun.

Bagaimana dengan keadaan kita hari ini?! Kita dapat saksikan banyak sekali ikhwah yang meninggalkan amal Islami setelah lulus kuliah, menikah, sibuk dengan perdagangan, tugas, dlsb.


Kepada mereka, "Sesungguhnya urusan dien dan Islam itu bukan urusan main-main."

..... وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَاللهِ عَظِيمٌ

.. Dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
(Qs An-Nur. (24) : 15)

Kami katakan kepada mereka...!!

"Mana janji kalian?! Janji yang telah kalian ikrarkan di hadapan Allah (ketika Shalat) dan atau di hadapan orang banyak dulu?!"

.... وَكَانَ عَهْدُ اللهِ مَسْئُولاً

.. Dan adalah perjanjian dengan Allah akan di minta pertanggung jawabnya. (Qs al-Ahzab (33) : 15)


Mana sajak pendek yang selama ini sering kalian perdengarkan?!

فِيْ سَبِيْلِ اللهِ قُمْنَا

نَبْتَغِيْرَفْعِ اللِّوَاءِ

مَالِحِزْبٍ قَدْ عَمِلْنَا

نَحْنُلِلدِّيْنِ فِدَاءُ

فَلْيَعُدْ لِلدِّيْنِ مَجْدُهُ

أَوْتُرَقْ مِنَّا الدِّمَاءُ

Di jalan Allah kami tegak berdiri

Mencitakan panji-panji menjulang tinggi

Bukan untuk golongan tertentu, semua amal kami

Bagi dien ini, kami menjadi pejuang sejati

Sampai kemuliaan dien ini kembali

Atau mengalir tetes-tetes darah kami...


Kami katakan kepada mereka,

"Sesungguhnya akibat dari pengunduran diri adalah keburukan. Apalagi bagi orang yang telah mengerti kebenaran lalu berpaling darinya. Bagi orang yang telah merasakan manisnya kebenaran lalu tenggelam dalam kebatilan.

Sesungguhnya membatalkan janji kepada Allah termasuk dosa yang terbesar di sisi Allah dan di pandangan orang-orang yang beriman."

..... فَمَننَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَى نَفْسِهِ...

....Maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri...(Qs Al-Fath(48):10)


Siapapun yang dikuasai oleh nafsu ammarah bissu', ditipu oleh setan, atau mengundurkan diri dari medan amal islami hendaklah merenungkan firman Allah ini,

Allah سبحانه وتعالى berfirman,

وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللهَ لَئِنْأَتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصَّالِحِيْنَفَلَمَّا

فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: 'Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.

Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). (Qs 9 : 75-76).

Kemudian hendaknya pula merenungkan firman Allah tentang hukuman yang akan diterima


فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِيْ قُلُوْبِهِمْإِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللهَ مَا وَعَدُوْهُ وَبِمَاكَانُوْا يُكَذِّبُوْنَ

Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.
(Qs at-Taubah (9): 77).

Sesungguhnya perkara amal islami adalah perkara yang sangat urgen

0 komentar:

Posting Komentar