15 Kunci Rizki Dari Allah
untuk HambaNya Yang Beriman
Allah dan
Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk mencari rizki yang halal dan baik,
yang tentunya dengan cara berusaha yang halal dan baik pula. Namun disamping
itu Allah dan Rasul-Nya memberi jalan kepada
kita dengan dibukanya kunci-kunci rizki yang tentu saja tanpa meninggalkan
kasab (usaha).
Allah yang
telah menciptakan dan menanggung rizki semua makhluk-Nya. Dan sudah keharusan
bagi kita untuk mengembalikan semua perkara yang ghaib itu kepada Allah saja.
Di antara
hal yang menyibukkan hati manusia adalah mencari rizki. Tidak sedikit dari
kalangan manusia ini yang mencari rizki dengan cara yang diharamkan Allah. Baik
dari golongan tingkat atas maupun tingkat paling bawah, baik oleh pejabatnya
maupun oleh buruh sekalipun.
Banyak yang
tidak lagi peduli terhadap larangan Allah dan Rasul-Nya. Mereka tidak lagi bisa
membedakan mana yang halal dan mana yang haram karena akal sehatnya sudah tak
dapat lagi berfungsi lantaran nafsunya terhadap dunia dan lupa terhadap Allah
Ar Razzaaq. Mereka mengira rizki hanya berupa harta, uang, mobil, ponsel atau
rumah.
Padahal
rizki Allah sangat luas. Rizki Allah ada beberapa bentuk seperti ilmu
pendidikan, rizki berupa pekerjaan dan bisnis, rizki berupa anak dan istri yang
shalih dan shalihah, namun banyak yang lupa bersyukur pada rizki Allah yang
berupa syariat Islam. Syariat Allah inilah yang membentuk Iman dan aqidah Islam
kita
“Jikalau
sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan
melimpahkan kepada me-reka berbagai keberkahan dari langit dan bumi.” (Al-A’raf:
96).
Inilah 15
kunci-kunci rizki yang dikhabarkan kepada kita oleh Allah dan Rasul-Nya :
1. Istighfar dan Taubat
Nabi Nuh u berkata kepada kaumnya : "Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai". (QS Nuh : 10-12)
2. Taqwa
Fiman Allah : "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya". (QS. Ath-Thalaq : 2-3)
3. Bertawakkal (berserah diri) kepada Allah
Rasulullah r bersabda : "Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi dengan perut lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnul Mubarak, Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Qudha'i dan Al Baghawi dari Umar bin Khaththab t)
4. Beribadah sepenuhnya kepada Allah semata
Rasulullah r bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman : "Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. (Dan) jika kalian tidak melakukannya, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah t)
5. Menjalankan Haji dan Umrah
Rasulullah r bersabda : "Kerjakanlah haji dengan umrah atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran (karat) besi." (HSR Nasa,i. Hadits ini shahih menurut Imam Al Albani. Lihat Shahih Sunan Nasa'i.)
6. Silaturrahim (menyambung tali kekerabatan yang masih ada hubungan nasab)
Rasulullah r bersabda : "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim" (HSR. Bukhari)
7. Berinfak dijalan Allah
Allah berfirman : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki". (QS. Saba : 39)
8. Memberi nafkah kepada orang yang menuntut ilmu
Anas bin Malik t berkata : "Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah r. Salah seorang mendatangi (menuntut ilmu) pada Rasulullah r, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah r (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu), maka Beliau r bersabda : "Mudah-Mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia". (HSR.Tirmidzi dan Al Hakim, Lihat Shahih Sunan Tirmidzi)
9. Berbuat baik kepada orang-orang lemah
Mush'ab bin Sa'd t berkata, bahwasanya Sa'd merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah r bersabda : "Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah diantara kalian?". (HSR. Bukhari)
10. Hijrah dijalan Allah
Allah berfirman : "Barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak". (QS. An Nisa : 100)
1. Istighfar dan Taubat
Nabi Nuh u berkata kepada kaumnya : "Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai". (QS Nuh : 10-12)
2. Taqwa
Fiman Allah : "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya". (QS. Ath-Thalaq : 2-3)
3. Bertawakkal (berserah diri) kepada Allah
Rasulullah r bersabda : "Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi dengan perut lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnul Mubarak, Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Qudha'i dan Al Baghawi dari Umar bin Khaththab t)
4. Beribadah sepenuhnya kepada Allah semata
Rasulullah r bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman : "Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. (Dan) jika kalian tidak melakukannya, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah t)
5. Menjalankan Haji dan Umrah
Rasulullah r bersabda : "Kerjakanlah haji dengan umrah atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran (karat) besi." (HSR Nasa,i. Hadits ini shahih menurut Imam Al Albani. Lihat Shahih Sunan Nasa'i.)
6. Silaturrahim (menyambung tali kekerabatan yang masih ada hubungan nasab)
Rasulullah r bersabda : "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim" (HSR. Bukhari)
7. Berinfak dijalan Allah
Allah berfirman : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki". (QS. Saba : 39)
8. Memberi nafkah kepada orang yang menuntut ilmu
Anas bin Malik t berkata : "Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah r. Salah seorang mendatangi (menuntut ilmu) pada Rasulullah r, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah r (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu), maka Beliau r bersabda : "Mudah-Mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia". (HSR.Tirmidzi dan Al Hakim, Lihat Shahih Sunan Tirmidzi)
9. Berbuat baik kepada orang-orang lemah
Mush'ab bin Sa'd t berkata, bahwasanya Sa'd merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah r bersabda : "Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah diantara kalian?". (HSR. Bukhari)
10. Hijrah dijalan Allah
Allah berfirman : "Barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak". (QS. An Nisa : 100)
11) Pahala
orang-orang yang mati syahid
Tak hanya
itu, ada kunci Rizki yang lain yang kerap dilihat sebelah mata oleh banyak Kaum
Muslimin, Yaitu Berjihad Fii Sabiillah dan meraih Pahala Mati Syahid Fii
Sabilillah, diantaranya yaitu:
Janganlah
kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan
mereka itu hidup [248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
Dari Ubadah
bin Samit r.a bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda Bagi muslim yang mati Syahid
di sisi allah ada tujuh perkara:
a. Pertama
dosanya diampuni sejak darahnya memancar.
b. Dapat
melihat tempatnya di Jannah.
c. Dihiasi
dengan perhiasan iman.
d.
Diselamatkan dari azab kubur dan aman dari kedahsyatan hari kiamat.
e. Diberi
mahkota kewibawaan, sebuah yaqut (mutiara) darinya lebih dari dunia dan seluruh
isinya.
f.
Dinikahkan dengan 72 bidadari.
g. Dapat
memberi syafaat kepada 70 ahli keluarganya
(Riwayat Ahmad dan Thabrani)
h. Bau darahnya seperti aroma misk
“Demi dzat yang jiwaku ditanganNya! Tidaklah seseorang dilukai dijalan
Allah-dan Allah lebih tahu siapa yang dilukai dijalanNya-melainkan dia akan
datang pada hari kiamat : berwarna merah darah sedangkan baunya bau misk” (HR.
Ahmad dan Muslim)
Dr. Abdullah Azzam menyampaikan, “Subhanallah ! Sungguh kita telah
menyaksikan hal ini pada kebanyakan orang yang mati syahid. Bau darahnya
seperti aroma misk (minyak kasturi). Dan sungguh disakuku ada sepucuk
surat-diatasnya ada tetesan darah Abdul wahid(Asy Syahid, insya Allah)- dan
telah tinggal selama 2 bulan, sedangkan baunya wangi seperti misk.”
i. Tetesan darahnya merupakan salah satu tetesan yang paling
dicintai Allah.
“Tidak ada sesuatu yang dicintai Allah dari pada dua macam tetesan atau dua
macam bekas : tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang
tertumpah dijalan Allah; dan adapun bekas itu adalah bekas (berjihad) dijalan
Allah dan bekas penunaian kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah” (HR. At
Tirmidzi - hadits hasan)
j. Syahid itu tidak merasakan sakitnya pembunuhan
“Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (kesakitan) pembunuhan kecuali
sebagaiman seorang diantara kalian merasakan (sakitnya) cubitan.” (HR. Ahmad,
At Tirmidzi, An Nasa’i - hadits hasan)
dan
diriwayat yang shahih :
“Orang yang
mati syahid itu tidak mendapatkan sentuhan pembunuhan kecuali sebagaimana salah
seorang diantara kalian mendapatkan cubitan yang dirasakannya.”
12. IMAN,
HIJRAH, JIHAD :
Dari surat
At Taubah : 20
“Orang-orang
yang beriman dan berhijrah serta berjihad di Jalan Alloh dengan harta dan jiwa
mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Alloh.
Mereka
itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”
13. JIHAD
Fii Sabilillah dengan JIWA dan HARTA,
Surat
Ash Shaff : 10, 11, 12 :
” Wahai
orang-orang beriman! Maukah kamu Aku (Allah SWT) tunjukkan suatu perdagangan
yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih??
(Yaitu) kamu beriman kepada Alloh dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Alloh
dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.
Niscaya Alloh mengampini dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam Jannah (syurga)
yang mengalir dibawahnya sungai-sungai,
dan tempat-tempat tinggal yang baik di dalam Syurga And. ITULAH KEMENANGAN YANG
AGUNG.”
14. Menikah
& Kehamilan adalah Rizki dari Allah
Mail bin
Yasar RA, meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kawinilah wanita
yang penyayang dan beranak banyak, karena (pada hari kiamat), akan
berlomba-lomba dengan umat lain dan berbangga karena jumlahnya.”
Dalam Hadist
lain Rasulullah SAW bersabda, “Bahkan bayi yang keguguran akan menarik
ibunya kedalam jannah, apabila ia bersabar …”
Rasulullah
SAW bersabda, “Apabila seorang wanita menyusui, maka setiap isapan
susunya yang diberikan kepada anaknya, ia akan menerima pahala bagaikan telah
menghidupkan makhluk dan apabila ia menyapih anaknya, maka para malaikat akan
menepuk punggungnya dan berkata “selamat”, semua dosamu yang telah lalu
diampuni, sekarang mulailah lagi,” (dosa-dosa kecil diampuni).
Rasulullah
SAW bersabda pada putrinya Fatimah RA, “Wahai fatimah, jika wanita
mengandung anak di perutnya, maka para malaikat akan memohonkan ampunan
baginya, dan Allah SWT menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan,
menghapuskan seribu kejelekannya. Ketika wanita itu merasa kesakitan karena
melahirkan, maka Allah SWT menetapkan pahala para pejuang di jalan Allah SWT,
jika ia melahirkan bayinya maka keluarlah dosa-dosanya seperti ketika ia
dilahirkan oleh ibunya. Dan akan keluar dari dunia dengan tidak membawa dosa
apapun. Dikuburnya ditempatkan di taman-taman surga. Allah SWT memberinya
pahala seribu ibadah haji dan umroh dan seribu malaikat memohon ampunan baginya
hingga hari kiamat.”
15) Bekerja
atau berniaga Dengan Jujur, Ikhlas dan Profesional
Sebagai
penutup, tentu kunci rizki yang terakhir yang berkaitan dengan bekerja keras di
dunia dan berusaha sekuat tenaga dengan jujur, ikhlas dan profesional sesuai
dengan kemampuan ilmunya.
Semua
ada prosesnya, bekerjalah dengan tekun dan berdoalah kepada Allah agar terus
membuka pintu rizki yang halal dan dijauhkan dari rizki haram. Jaga hubungan
dengan rekan kerja dan tampik suap apapun, hindari korupsi demi surga yang
kekal....
Setahun, dua
tahun hingga tahun-tahun kelima adalah perjuangan yang cukup berat, bersabarlah
dan teruslah fokus bahwa Allah sebagai tujuan. Insya Allah akan diberikan jalan
yang baik dan Allah lah sebaik-baik pemberi rizki. Allahu Ar Razaaq!
Subhanallah
Begitu besar segala yang Allah SWT berikan kepada hambanya
Demikianlah
beberapa kunci-kunci rizki dalam Islam yang memang sudah selayaknya seorang
muslim untuk yakin terhadap apa yang difirmankan Allah dan apa yang disabdakan
Rasul-Nya r supaya kita tidak terjerumus kedalam I'tiqad (keyakinan), perkataan
dan perbuatan yang bathil.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi
kita Muhammad, kepada segenap keluarga, shahabat dan orang-orang yang
mengikutinya dengan baik sampai akhir zaman nanti. Wallahu A'lam.







0 komentar:
Posting Komentar